Minggu, 22 Mei 2011

MATA UANG INDONESIA

Topik : Mata Uang
Tesis  : Menjelaskan tentang mata uang yang ada di Indonesia

1. Pengertian
  • Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.
  • Uang Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
2. Fungsi Uang
terdapat 2 Fungsi uang yaitu fungsi asli dan turunan
  1. Fungsi Asli:
  • alat tukar
  • sebagai satuan hitung
  • sebagai penyimpan nilai.
2. Fungsi Turunan :
  • sebagai alat pembayaran
  • sebagai alat pembayaran utang
  • sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal)
  • alat untuk meningkatkan status sosial.
3.  Syarat-syarat Uang :
  • Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability).
  • memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa.
  • Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability).
  • kualitasnya cenderung sama (uniformity).
  • jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • tidak mudah dipalsukan (scarcity).
  • Uang juga harus mudah dibawa, portable.
  • mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility).
  • memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
4.   Jenis-jenis Uang
4.1 Berdasarkan yang beredar di masyarakat :
  • Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari.
gambar uang kartal :

  • uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.
gambar uang giral :

  • Uang Kuasi
    Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.
4.2 Berdasarkan bahan pembuatannya :
  • Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.
  • uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
4.3  Berdasarkan Nilainya :
  • Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.
5. Jumlah uang yang beredar:
Yang dimaksud dengan jumlah uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat. Jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money) adalah jumlah uang beredar yang terdiri atas uang kartal dan uang giral.
M1 = C + D
Dimana :
M1 = jumlah uang yang beredar dalam arti sempit
C = Uang kartal (=uang kertas+uang logam)
D = uang giral atau cek
Uang beredar dalam arti luas ( ) adalah ditambah deposito berjangka (time deposit),
M2 = M1 + TD
Dimana:
M2 = jumlah uang beredar dalam arti luas
TD = deposito berjangka (time deposit)
Secara teknis, yang dihitung sebagai jumlah uang beredar adalah uang yang benar-benar berada di tangan masyarakat. Uang yang berada di tangan bank (bank umum dan bank sentral), serta uang kertas dan logam (kuartal) milik pemerintah tidak dihitung sebagai uang beredar.
Perkembangan jumlah uang beredar mencerminkan atau seiring dengan perkembangan ekonomi. Biasanya bila perekonomian bertumbuh dan berkembang, jumlah uang beredar juga bertambah, sedang komposisinya berubah. Bila perekonomian makin maju, porsi penggunaan uang kartal makin sedikit, digantikan uang giral atau near money. Biasanya juga bila perekonomian makin meningkat, komposisi M1 dalam peredaran uang semakin kecil, sebab porsi uang kuasi makin besar.

Nama : Ahmad Syibro Malisi
NIM  : 10620087
FE Managemen
Tugas Bahasa Indonesia

Evolusi Teori Propaganda

Jejak arkeologis dari peradaban kuno telah memperlihatkan peninggalan berharga seperti baju, istana, patung dan berbagai catatan tertulis. Sejumlah peninggalan tertulis seperti Analects karya Kong Hu Cu merupakan ringkasan prestasi penguasa yang digunakan untuk memobilisasi dukungan rakyat.

Prestasi penguasa itu dipaparkan secara berlebihan sehingga muncul mitos dan berbagai kepercayaan di kalangan massa akan kehebatan dan keperkasaan para penguasa. Kepercayaan yang hidup dalam masyarakat yang berasal dari kitab-kitab peninggalan lama menunjukkan teknik propaganda telah lama dipakai dalam berbagai peradaban.

Penguasa merasa berkepentingan untuk membangun citra dirinya dihadapan rakyatnya. Bila citra agung telah ditetapkan dalam berbagai catatan yang boleh diketahui rakyat maka penghormatan dan otoritasnya dipercaya akan menguat.

Dalam berbagai penemuan sejarawan, terbukti bahwa tidak semua penguasa peradaban lama bebas dari bentuk-bentuk sifat jahat dan otoriter. Sifat diktatorial sering muncul dalam diri penguasa lama meskipun telah digambarkan sebagai penguasa yang adil dan jujur.

Kontras antara sifat penguasa yang ternyata kejam dengan gambaran tertulis bahwa penguasa itu adil merupakan sebuah bukti bahwa para penguasa lama dan demikian juga terlihat dari penguasa modern ingin dilukiskan sebagai raja atau penguasa yang baik. Artikel ini akan mengulas perkembangan teoritis tentang propaganda yang dimulai dari jaman Yunani.

Teori Lama

Studi secara sistematik yagn dilakukan di Barat terhadap teori-teori propaganda dimulai dengan perkembangan di Athena pada tahun 500 SM. Saat itu studi tentang propaganda disebut sebagai retorika yang berarti “teknik-teknik para orator”. Trik-trik menggunakan bahasa yang mantap diwarnai dengan humor, ditambah dengan argumen yang logis dipraktekan para pengacara, demagog dan politisi.


Para guru etika seperti Isocrates, Plato dan Aristoteles menyimpulkan retorika sebagai :

1. Membuat argumen mereka dan para siswanya lebih persuasif.

2. Mendesain propaganda tandingan yang dilontarkan musuhnya

3. Mengajari siswanya bagaimana mendeteksi logika yang salah dan seruan emosional    demagog.

Para pengkaji soal retorika juga telah mengkaji apa yang sekarang disebut sebagai masalah kredibilitas sumber. Misalnya apa yang dikatakan pembicara atau upaya meyakinkan bahwa ia menceritakan kebenaran dan berniat baik. Di peradaban lain ternyata terdapat pula hal yang sama. Di India kuno, Budha dan di Cina kuno, Kong Hu Cu - seperti halnya Plato, menggunakan sesuatu yang dapat dipercaya, retorika “baik” dan bentuk yang “pantas” dalam menulis dan berbicara sebagai alat untuk membujuk manusia.

Menjelang tahun 400 SM di India, Kautilya seorang Brahmana yang diduga menteri besar dalam Kekaisaran Candragupta Maurya menulis Arthashastra (Prinsip-prinsip Politik), sebuah bukun nasihat bagi para penguasa yang sering dibandingka dengan Republic karya Plato dan The Prince karya Machiavelli. Kautilya membahas penggunaan perang psikologis baik yang tebuka maupun rahasia dalam upaya mengganggu militer musuh dan merebut ibu
kota.

Ia menulis bahwa propagandis raja harus menyatakan bahwa ia bisa mempraktekan sihir, Dewa dan orang-orang bijaksana di pihaknya dan bahwa semua orang mendukung tujuan perangnya yang akan meraih manfaat. Dalam cara-cara rahasia, agen-agen propagandis harus menyusup ke kubu musuh untuk menyebarkan berita yang salah diantara rakyat di ibu
kota, diantara kalangan pemimpin dan militer. Nasihat yang sama juga dilontarkan oleh Sun Tzu dalam karyanya Ping-fa (The Art of War) yang menulis pada periode sama.

“Semua perang”, katanya. “berdasarkan pengelabuan. Oleh karena itu, ketika mampu menyerang, kita harus terlihat tidak berdaya, ketika kita menggunakan kekuatan, kita harus terlihat tidak aktif, ketika kita dekat, kita harus membuat percaya bahwa kita sangat jauh, ketika kita berada jauh, kita harus membuat mereka yakin kita dekat. Tahan musuh, munculkan kekakaucan dan serang mereka”.

Teori Modern

Teori-teori modern tentang propaganda mulai muncul kembali setelah Revolusi Industri yang dimulai dengan pemanfaatan untuk meraih untung sebanyak-banyak dari produksi massal. Pada abad ke-20 para peneliti mulai mengadakan studi tentang motivasi pembeli dan responsnya terhadap berbagai penawaran, iklan dan teknik marketing lainnya.

Sejak 1930-an sudah ada “survai konsumen” seperti survai opini publik. Hampir setiap variabel yang mempengaruhi opini, keyakinan, sifat-sifat yang sugestif dan perilaku konsumen dari berbagai kelompok, sub kelompok dan budaya di beberapa negara besar telah diteliti.

Sebelumnya pada awal 1920-an, telah berkembang kesadaran diantara para pengkritik bahwa perpanjangan dari Pemilu dan daya beli yang meningkat sampai kepada masyarakat biasa telah dimanfaatkan oleh para demagog dan propagandis yang menggunakan mitos,cerita-cerita dan imbauan yang utopis.

Studi lebih lanjut pula muncul seperti ditulis ilmuwan Amerika Harold D Lasswell dalam karyanya Propaganda Technique in the World War. Buku ini melukiskan dan menganalisa propaganda secara besar-besaran yagn dilakukan negara yang bermusuhan pada Perang Dunia I. Kemudian muncul pula studi propaganda komunis dan berbagai bentuk komunikasi. Dalam beberapa tahun kemudian banyak ilmuwan sosial disamping sejarawan, wartawan dan psikolog yang melahirkan berbagai bentuk publikasi yang menganalisa propaganda militer, politik dan komersial.

Pada Perang Dunia II dan Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet, banyak peneliti dan penulis melakukan propaganda.



Pada perjalanan sejarah teori-teori propaganda terlihat adanya satu benang merah tentang dasar-dasar yang menjadi teori propaganda. Di satu pihak ada kelompok yang berusaha membentuk pikiran massa demi keuntungan penguasa atau mereka yang memiliki akses terhadap kekuatan ekonomi dan militer. Merekalah yang merancang berbagai teori dan konsep untuk melakukan propaganda. Di sisi lain terdapat obyek yang jadi sasaran dari propaganda.

Mereka inilah yang merupakan kelinci percobaan berbagai teori lama maupun modern. Dalam alam modern maka teori propaganda digunakan baik di bidang militer, ekonomi maupun politik. Meskipun demikian banyak kritik dilontarkan terhadap kelompok yang memanfaatkan rendahnya pendidikan masyarakat demi keuntungan mereka yang berkuasa.

Sekilas tentang Sumatera Barat

Sumatera Barat pada masa lalu merupakan inti dari Kerajaan Pagaruyung. Dalam adminisitrasi kolonial Hindia Belanda, daerah ini tergabung dalam Gouvernement Sumatra's Westkust yang juga mencakup daerah Tapanuli. Sejak 1906 wilayah Tapanuli dipisahkan menjadi Residentie Tapanuli. Sedangkan wilayah Kerinci kemudian digabungkan ke dalam Sumatra's Westkust.
Pada awal kemerdekaan Indonesia, wilayah Sumatera Barat tergabung dalam provinsi Sumatera yang berpusat di Medan. Provinsi Sumatera kemudian dipecah menjadi tiga, yakni Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Sumatera Barat merupakan residensi didalam provinsi Sumatera Tengah beserta residensi Riau dan Jambi.
Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 tahun 1957, Sumatera Tengah kemudian dipecah lagi menjadi Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Wilayah Kerinci yang sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci, residensi Sumatera Barat, digabungkan dalam provinsi Jambi sebagai kabupaten tersendiri. Pada awalnya ibukota provinsi baru ini adalah Bukittinggi, namun kemudian dipindahkan ke Padang.
Adat Minangkabau adalah peraturan dan undang-undang atau hukum adat yang berlaku dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau, terutama yang bertempat tinggal di Ranah Minang atau Sumatera Barat. Dalam batas tertentu, Adat Minangkabau juga dipakai dan berlaku bagi masyarakat Minang yang berada di perantauan di luar wilayah Minangkabau.
Adat adalah landasan bagi kekuasaan para Raja dan Penghulu, dan dipakai dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari. Semua peraturan hukum dan perundang-undangan disebut Adat, dan landasannya adalah tradisi yang diwarisi secara turun-temurun serta syariat Islam yang sudah dianut oleh masyarakat Minangkabau.
Seorang Raja atau Penghulu memegang kekuasaan karena keturunan, dan kekuasaan itu menjadi sah karena didukung oleh para ulama yang memegang otoritas agama dalam masyarakat. Dari ide ini muncul adagium Adat basandi syarak; Syarak basandi Kitabullah.
Sesudah kedatangan kolonialis Eropa, wilayah hukum Adat dibatasi hanya pada pengaturan jabatan Penghulu, kekuasaan atas Tanah Ulayat, peraturan waris, perkawinan, dan adat istiadat saja. Kekuasaan hukum, keamanan dan teritorial diambil alih oleh pemerintah kolonial.
Keadaan ini berlanjut sampai pada zaman kemerdekaan.Setelah berlakunya Undang-undang Otonomi Daerah tahun 1999 dan gerakan Kembali ka Nagari, Adat Minang mendapat tempat yang lebih baik dan dimasukkan sebagai salah satu dasar pemerintahan Nagari, Pemerintahan Daerah Kabupaten, dan Pemerintahan Daerah Provinsi, sesudah UUD 1945.
Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera dengan luas 42.297,30 km² . Provinsi ini memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudera Hindia termasuk dalam provinsi ini. Garis pantai Sumatera Barat seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 375 km.
Danau yang berada di Sumatera Barat adalah Maninjau (99,5 km²), Singkarak (130,1 km²), Diatas (31,5 km²), Dibawah (Dibaruh) (14,0 km²), Talang (5,0 km²)Beberapa sungai besar di pulau Sumatera berhulu di provinsi ini, yaitu Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri (disebut sebagai Batang Kuantan di bagian hulunya), Sungai Kampar dan Batang Hari. Semua sungai ini bermuara di pantai timur Sumatera, di provinsi Riau dan Jambi.Sungai-sungai yang bermuara di pantai barat pendek-pendek. Beberapa di antaranya adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan.Gunung-gunung di Sumatera Barat adalah Marapi (2.891 m), Sago (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Tandikat (2.438 m), Talakmau (2.912 m), Talang (2.572 m).

Ttd,
(Firman Qodri)

Dampak Pasar Gelap Terhadap Masyarakat

Topik    : Pasar gelap

Tesis    : Menjelaskan keuntungan dan kerugian pasar gelap terhadap masyasrakat



Pasar gelap sering disebut juga pasar ilegal . Pasar gelap juga selalu identik dengan ilegalitas di mata masyarakat. Mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia menanggapinya dengan positif dan ada juga yang menanggapinya negatif dan bahkan ada juga masyarakat yang tidak peduli atau tidak mau ambil pusing . Pasar gelap memang sudah ada sejak lama beredar di Indonesia . Karena kehadirannya yang bersifat tertutup ini , hanya kalangan - kalangan tertentulah yang lebih memilih membeli barang melalui pasar gelap ini dan tidak banyak orang yang tau . Namun akhir - akhir ini pasar gelap di Indonesia sedang marak - maraknya beredar dan semakin merajalela . Mungkin itu akibat dari perkembangan dan kemajuan teknologi serta pergantian zaman di era globalisasi terutama di pasar industri dan teknologi . Kini pasar gelap di mata masyarakat sudah tak asing lagi . Apakah anda mengetahui istilah Black Market ( BM ) ? , menurut survei yang saya peroleh dari pertanyaan tersebut 95% masyarakat Indonesia bisa menjawabnya .Ya bisa dibilang itu adalah salah satu alasan pasar gelap sudah tak asing lagi di masyarakat . Ada beberapa alasan orang lebih memilih pasar gelap salah satunya dikarenakan nilai harga jualnya yang lebih murah ketimbang dipasaran . Selain murah , pasar gelap juga sangat menguntungkan bagi si pembeli.  Pasar gelap memang sangat merugikan bagi pemerintah . Namun di sisi lain , ada beberapa keuntungan - keuntungan dari pasar gelap bagi masyarakat , salah satunya yaitu ; masyarakat bisa mendapatkan barang atau produk yang lebih murah dari harga pasaran ( terutama bagi masyarakat menengah ke bawah ) , masyarakat juga menambah wawasannya terhadap ilegalitas dan legalitas dan dapat membedakan atau membandingkan mana yang legal dan mana yang ilegal sehingga mewujudkan kesadaran dari masyarakat dan Itulah keuntungan yg paling terpenting . Selain keuntungan , tentu ada kerugian yang dirasakan oleh masyarakat baik itu secara langsung maupun tidak langsung . salah satunya yaitu ; masyarakat menjadi lupa akan norma - norma dantata tertib yang telah di buat pemerintah bahkan telah melanggarnya , kemudian kerugian yang paling penting adalah tanpa disadari masyarakat yang membeli produk ( pembeli ) melalui pasar gelap menjadi korban para oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab karena telah ikut terlibat dalam tindak jual beli yang ilegal .Atau secara tidak langsung pembeli ikut membantu melancarkan bisnis ilegal tersebut . Jadi , begitulah kurang lebih sedikit dari keuntungan - keuntungan  dan kerugian - kerugian dampak pasar gelap terhadap masyarakat .



Nama                    : Arief Novanda Putra
NIM                       : 10620049
Fakultas/jurusan     : Ekonomi/manajemen

LEMBAGA ANTIKORUPSI DAN BERDIRINYA KPK

Topik : Lembaga Hukum Indonesia
Tesis : Menjelaskan Lembaga Antikorupsi Di Indonesia dan Sejarah Berdirinya KPK


Korupsi di Indonesia sudah ada sejak dulu, sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Berbagai upaya untuk memberantasnya, namun tetap ada saja yang melakukan tindak pidana korupsi.
Indonesia pernah memiliki enam lembaga antikorupsi yaitu :
1. Tim Pemberantasan Korupsi (1967)
Betugas membantu pemerintah memberantas korupsi (pencegahan dan penindakan)
2. Komisi Empat (Januari-Mei 1970)
Bertugas menghubungi pejabat, swasta sipil atau militer, memeriksa dokumen administrasi pemerintah dan swasta, meminta bantuan aparatur pusat dan daerah.
3. Operasi Penertiban (1977-1981)
Bertugas pembersihan pungutan liar, penertiban uang siluman, penertiban aparat pemda dan departemen.
4. Tim Pemberantas Korupsi (1982)
Tim Pemberantas Korupsi ini dihidupkan kembali tanpa dikeluarkannya Keppres baru.
5. Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (1999)
Bertugas melakukan pemeriksaan kekayaan pejabat negara.
6. Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (2000-2001)
Dengan tugas mengungkapkan kasus-kasus korupsi yang sulit ditangani kejaksaan Agung.


Sejarah Berdirinya KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibentuk pada Desember 2003 berdasarkan UU No.30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa KPK dibentuk karen lembaga pemerintah yang menangani perkara tindak pidana korupsi belum berfungsi secara efektif dan efisien dalam memberantas tindak pidana korupsi.
Visi KPK : Mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi
Misi KPK : Penggerak perubahan untuk mewujudkan bangsa yang antikorupsi
KPK memiliki lima tugas utama yaitu:
1. Penyelidikan-Penyelidikan-Penuntutan
2. Kordinasi
3. Supervisi
4. Pencegahan
5. Monitoring


Diawal berdirinya KPK dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki yang dilantik pada tanggal 16 Desember 2003 bersama empat Pimpinan KPK lainnya. Berdirinya KPK bisa dikatakan modalnya adalah "Nol Besar" . Para Pimpinan KPK dilantik tanpa gedung kantor untuk bisa bekerja dan tanpa karyawan. Mereka bahkan membawa staf dari kantor lamanya masing-masing dan menggajinya sendiri. Tak berapa lama, baru muncul tim dari BPKP yang menjadi karyawan pertama di KPK. Waktu berlalu dan tim tambahan dari Kejaksaan maupun Kepolisian, mulai datang untuk bekerja di KPK. Dan akhirnya sekarang KPK sangat berperan penting pada pemerintahan Indonesia untuk memberantas korupsi.


Oleh : Ihsan Nurhadi
NIM : 10700053
Fakultas : Hukum


KORUPSI DIMANA-MANA...!!!


Topik : KORUPSI
  Tesis : Menjelaskan begitu gemparnya KORUPSI di zaman sekarang.
           

 Zaman sekarang ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Pada dasarnya, ada yang pro ada juga yang kontra. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan sangat merusak perekonomian bangsa. Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan bangsa.


        Dalam prakteknya, korupsi hampir tidak mungkin dapat diberantas karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang pasti. Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri.


           Korupsi adalah sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat. Namun sebaliknya, jika para pelaku atau koruptor itu ketahuan oleh para pihak berwajib, maka akan dijerat hukum UU. No. 31/1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Nama      : Arga Dewangga Johanes Elkens
NIM       : (1070.0027)
Fakultas  : Hukum 

Kurangnya keamanan didaerah Jakarta


Topik ; Perampokan
Tesis/Tujuan ; Bagaimana cara mengatasi perampokan di daerah Jakarta
Judul: Kurangnya keamanan didaerah Jakarta

Tema;   akhir akhir ini banyak tindakan kejahatan berupa perampokan karena banyak sekali orang yang kurang waspada dengan dirinya walaupun dimana berada  . walaupun sudah ada yang menjaga keamanan di jakarta tapi itu juga belum cukup karena kita harus waspada dimana saja karena tindak kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja . karena itu sangat merugikan bagi diri sendiri  .oleh karena itu kita harus meningkatkan keamanan dimana saja  . contoh kalo dikompleks dengan cara ada siskamling .

untuk mengatasi kurangnya keamanan di jakarta ;
1. harus meningkatkan keamanan di manapun kita berada
2. selalu waspada


NAMA ; CHRISTIAN OSCAR PASARIBU 
NIM: 10700017
FAK; HUKUM